BUKAN AYAH YANG GALAK

“Aa, Abang, Kaka. Masuk kamar!” suara Ayah tegas dengan nada dan volume cukup tinggi namun bermimik wajah lembut.

Ada apa gerangan? Ayah hampir tidak pernah sekeras ini saat berbicara.

Kami bertiga masuk ke kamar, menuruti perintah Ayah dengan kepala tertunduk. Peluh masih membasahi sekujur punggung, kami baru pulang bermain bola di kampung sebelah saat adzan Isya telah berkumandang. Memang kami terlalu larut bermain.

Continue reading →

Anak-Anak Subuh

Ada anak lelaki yang hampir setiap subuh ikut berjamaah, ia berdiri dan duduk persis di sebelah Ayahnya. Meniru semua gerakan Ayahnya, si Ayah sholat sunnah ia ikut, begitu seterusnya.

Ada anak usia sekitar tiga tahun yang kadang-kadang ikut Ayahnya ke masjid. Wajahnya terlihat baru bangun tidur, masih pakai diapers pula. Berdiri persis di samping Ayahnya mengikuti Ayahnya sholat sunnah sebelum subuh. Sampai gerakan sujud nggak bangun lagi, hingga Ayahnya selesai sholat, ternyata ia tertidur sambil sujud.

Ada lagi anak yang usianya juga sekitar tiga tahun. Juga berdiri di sebelah Ayahnya, namun pada saat sholat subuh tak berapa lama setelah takbir dan Imam membaca alfatihah, ia ngeloyor meninggalkan barisan. Hingga sholat subuh usai, biasanya ia duduk di pojok masjid menunggu Ayahnya selesai.

Continue reading →

FYI dan Masalah yang Menghampiri

PEKAN ketiga FYI (First Year Inspection) Unit semua berjalan dengan baik dan perlahan beberapa pekerjaan sudah selesai. Untuk pekerjaan yang berat seperti penggantian Grinding Roller Coal Mill, penggantian Air Duct Boiler, Dismantle Turbin masih dalam proses. Pekerjaan vital seperti Inspection Busbar dan Circuit Breaker, penggantian Oil Cooling Radiator Main Transformer dipercepat dan Alhamdulillah selesai sesuai jadwal kerja. Ini adalah kali pertamanya saya terjun pada sebuah kondisi dimana overhaul dilakukan hampir ke semua sistem yang ada di PLTU. Saya menjadikan momen ini sebagai kesempatan emas untuk belajar lebih banyak hal. Memahami lebih dalam sesuatu yang dulu saya pikir hanyalah Continue reading →

Rencana dan Realita

TIDAK ADA salahnya dalam berencana, ingin ini ingin itu, impian di masa depan, menyusun strategi untuk mendapatkan sesuatu dan lain-lain. Namun kadang dalam berencana saya terlalu mengkhawatirkan banyak hal, sehingga membuat saya lupa bahwa tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi bahkan untuk satu detik kemudian. Rencana hendaknya dibarengi dengan keikhlasan, yakni keikhlasan menerima sesuatu yang telah didapat dan seraya bersyukur untuk hari ini, sambil berdoa agar diberikan yang terbaik oleh Allah SWT.

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: