Agar Bekerja Tidak Serasa Dikerjain

Pesan saya kepada teman-teman yang baru masuk ke dunia kerja, kalo kalian cuma dapat capek saat kerja, rugi! Kalian harus dapat sesuatu yang lebih berharga, yakni: ilmu.

DULU saya pernah juga berada di posisi mereka. Masa-masa itu amat sulit dilewati. Meniti karir di awal pekerjaan memang butuh belajar ekstra, tekun, semangat yang kuat dan disiplin tinggi. Bahkan tidak sedikit teman seperjuangan saya menyerah di tengah jalan. Namun hidup memberikan yang terbaik untuk kita, kesulitan menempa diri kita agar menjadi kuat, cobaan membuat kita lebih sabar dan ujian membuat kita naik kelas. Hasil yang didapat tentu setimpal dengan perjuangan yang dilewati.

Kadang saya menertawakan diri sendiri kala membaca pesan seorang Pengusaha sukses dengan gaya khas kemeja dan celana pendeknya, salah satu kalimat yang beliau ucapkan adalah:

“Kamu ini bangun pagi, mandi, pamit kerja, pake seragam, kaki dibungkus sepatu, berangkat pagi pulang malam bayaran ga seberapa KERJA APA DI KERJAIN?” -Bob Sadino

Bacalah sekali lagi.

Sudah?

Menurut saya, Anda tidak sendirian, hahaa.. *toss

Salah satu impian saya adalah jadi orang kaya yang dengan kekayaan itu dapat membantu banyak orang, membuka lapangan pekerjaan, mempunyai peluang besar untuk membantu pembangunan umat Islam. Saya ingin seperti salah satu Sahabat Rasulullah SAW, Utsman bin Affan RA, seorang Businessman Kaya Raya sekaligus Negosiator ulung, memiliki ekonomi yang handal dan dikenal sangat dermawan dalam membantu umat Islam.

Menurut saya menjadi Karyawan tidaklah buruk. Jika kita menengok ke bawah, ada banyak orang yang hingga hari ini belum mendapat pekerjaan. Bersyukur sajalah. Meniti karir adalah pekerjaan yang tidak mudah. Namun jika memilih tidak bekerja dengan alasan upah pas-pasan atau bayaran gak seberapa, itu salah besar. Bekerja dinilai ibadah dalam Islam. Bekerja merupakan wujud syukur kita kepada Sang Pencipta yang telah memberikan karunia berupa kesehatan, anggota tubuh yang lengkap. Jika kita bermalas-malasan dan membuat orang lain susah apalagi sampai meminta-minta/mengemis, maka segeralah bertaubat!

Dalam sebuah majelis Ilmu, Sang Guru menyampaikan kepada kami dalam sebuah hadist sahih :“Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang” (HR. Tirmidzi) . Lihatlah kawan, tawakalnya burung! ia keluar dari sarang, berusaha dan optimis dengan rezeki dari Allah SWT untuk memenuhi kebutuhannya.

Tentu saja kita semua boleh berangan-angan menjadi Pengusaha Sukses, tapi apa yang ada dalam genggaman lebih layak disyukuri terlebih dahulu. Sembari menjadi Pengusaha Sukses kita barengi dengan ilmu dan tawakal kita kepada Allah SWT, selebihnya biar Allah SWT yang urus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: