Sumatera Barat: Perjalanan ke Padang, Bukittinggi dan Painan

BERKUNJUNG ke Sumatera Barat adalah yang pertama kali dalam hidup saya. Ada banyak tempat yang ingin saya kunjungi sebelum melakukan perjalanan kesana, bersama seorang rekan kerja (sahabat dekat), Arie. Kami berdua memulai perjalanan tersebut dari kota Muara Enim dengan mengendarai Bus.

Setelah melewati perjalanan darat selama 21 jam, akhirnya kami tiba tepat pukul 6 pagi di kota Padang, Padang Panjang. Suasana berkabut, udara segar menyambut kami yang baru turun dari Bus. Barisan bukit dan gunung Merapi menjadi pemandangan yang indah di pagi hari ketika matahari baru saja hendak menyapa hari. Sudah lama tak melihat keajaiban alam di pagi seperti ini. Sebetulnya rencana awal kami adalah ingin langsung menuju Bukittinggi, namun berhubung rute yang diinginkan tak tersedia maka kami mengambil inisiatif untuk berhenti dahulu di Padang Panjang.

Kota Padang Panjang ini adalah kota dengan luas wilayah terkecil di Sumatera Barat. Kota ini berada diantara Kota Padang dan Bukittinggi. Jadi, jika kalian hendak menuju kota Padang atau Bukittinggi maka kalian melewati kota Padang Panjang. Perjalanan baru saja dimulai setelah kami menyantap sarapan di kota Padang Panjang.

Seperti sarapan lainnya, ada banyak pilihan seperti: nasi, gorengan, lontong sayur, dan sala lauak. Sala Lauak ini adalah makanan yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan ikan dan bumbu tradisional, digoreng hingga garing diluar namun kopong didalam. Cocok untuk makanan camilan. Rasanya enak! Saya nambah lagi. Hahaa.. (kayaknya kelaparan nih!)

Usai sarapan, kami bergerak menuju kota Padang dengan mengendarai Angkutan Umum. Perjalanan ditempuh kurang lebih 1 jam, kiri-kanan pemandangan alam kota Padang sungguh menarik hati. Lika-liku jalan memilki sensasi tersendiri, apalagi saya yang jarang sekali jalan- jalan, hehe.. Oh ya, ada juga sebuah air terjun yang terletak di pinggir jalan. Namanya Air Terjun Lembah Anai. Air terjun ini berada tepat di pinggir jalan antara kota Padang dan Padang Panjang. Kami berencana untuk singgah ke air terjun tersebut nanti.

Kami menginap di sebuah hotel di kota Padang, yang letaknya 100 meter dari bibir pantai kota Padang. Sore hari saya sempatkan untuk berjalan- jalan di pantai tersebua. Ada banyak orang yang menghabiskan waktu disana, yaa..seperti kebanyakan aktifitas di pantai, berfoto, menikmati matahari yang terbenam. Satu kata untuk mengungkapkan pemandangan sunset saat itu, menyenangkan!

Malam harinya kami menyewa sebuah sepeda motor dan melakukan perjalanan ke sebuah jembatan yang terkenal disana, Jembatan Siti Nurbaya. Jembatan ini dipasang banyak di sisi kiri dankanan sehingga pada malam hari jembatan ini nampak indah terlihat. Di sepanjang jembatan ini ada banyak masyarakat yang menjual makanan seperti: jagung bakar dan juga menyewakan tempat duduk untuk menikmati suasana malam tersebut. Nama jembatan ini diambil dari nama judul novel Marah Rusli, pemerintah kota Padang menghargai karya besarnya tersebut sebuah jembatan. Jembatan ini adalah penghubung antara kota Padang dengan Bukit Gunung Padang (Bukit Siti Nurbaya) yang dipisahkan oleh Sungai Batang Arau. Di bawah jembatan tersebut ada banyak speedboat, kapal kayu untuk keperluan menangkap ikan maupun mengantar wisatawan ke lokasi diving.

Suasana di jembatan itu cukup ramai pada malam hari, sehingga kadang macet oleh lalu- lalang kendaraan dan pejalan kaki yang membuat suasana sedikit kurang nyaman. Saran saya jika hendak menikmati keindahan jembatan ini tidak pada malam minggu.

Dan sampai disini dulu ceritanya, nanti besok kita sambung lagi. Saya mau istirahat dulu.

bersambung..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: