-
Telur di Makam Bapak, Membuatku Menelan Rindu yang Tertunda
Waktu terus berlalu. Kesibukan kerja datang silih berganti, tanpa jeda. Tanpa terasa, sudah lama aku tidak datang. Rindu itu menumpuk, sementara langkah selalu tertunda. Hingga hari itu, akhirnya aku datang. Menapaki jalan kecil yang mengantarkanku menuju pusara bapak. Bersama istri, dan anak-anak. Dua cucu kesayangannya. Kuburannya tampak berbeda. Rumput liar tumbuh tinggi, seolah ingin menyembunyikan…
-
Kota Shanghai Hari Ini?
Shanghai hari ini bukan sekadar kota. Ia adalah sebuah visi masa depan yang terwujud dalam beton, baja, dan cahaya. Dan tentu saja, dibalik kota ini ada orang-orang yang memilki visi besar dalam hidupnya. Menatap cakrawala Pudong dari tepi sungai Huangpu, kita tidak lagi melihat deretan gedung biasa, melainkan sebuah kemampuan teknologi yang bergerak dalam harmoni…
-
Bujang Si Anak Sungai
Bujang namanya. Anak lelaki semata wayang pasangan Nurlela dan Jamhari. Usianya masih empat tahun waktu ditinggal mati bapaknya. Jamhari tewas tenggelam di Sungai Musi namun jasadnya tidak pernah ditemukan hingga hari ini. Ada yang mengatakan bapaknya dimakan “Hantu Banyu” penunggu Sungai Musi, sebagian lain ada yang mengatakan bapaknya mati karena penyakit asma yang kumat ketika…
-
Kelas Inspirasi
One decade has passed since Kelas Inspirasi was conducted at Elementary School 84, Palembang on 2014. Yet, the spirit and inspiration it created remain strong. Kelas Inspirasi is a volunteer movement where professionals visit elementary schools to share their career stories, work experiences, and motivation to pursue dreams. The program started in 2012, and two…
-
Cerpen: Bahar dan Pasukan Semut
Kalau kau bertanya padaku, siapa anak paling nakal di desa ini. Jawabannya Bahar. Bocah laki- laki usia sepuluh tahun yang baru saja menginjak kelas lima Sekolah Dasar itu, namanya terkenal dari ujung desa hingga lereng Bukit. Kejadian ‘Ranjau Darat’ yang selalu diingat warga Bukit Barisan. Menjelang petang, seorang supir Angkutan Desa marah besar karena ulah…
-
Jeruk Dusun
Siang ini Kantin kami menyediakan buah jeruk untuk santapan siang. “Jeruk Dusun”, kami menyebutnya. Rasanya manis dan segar. Meski penampilan tampak menipu karena kulit luarnya masih hijau. Awal- awal mengenal buah ini, dulu saya tidak tertarik dengan jeruk ini. Dalam pikiran saya hanya bertumpuk segudang prasangka tidak baik. Memilih jeruk ini hanya akan membawa 2…