Hati yang Mulia

Hati yang mulia barangkali patut diberikan kepada seseorang yang tidak pernah meminta-minta, selalu memberi dan tidak menampakan kesulitan yang dialami. Ada seorang janda beranak satu, ditinggal mati suaminya 3 tahun silam. Alhasil, wanita itu pun menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi buruh di pabrik kacamata. Ia tidak pernah meminta-minta pun tidak mau diberi sesuatu yang materiil sifatnya. Kemudian ada seorang dermawan yang ingin bersedekah terhadapnya namun tidak pernah diterima.

Continue reading →

Sastra Lisan itu Bernama Pantun

Tahun lalu saya dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Panitia Rapat Kerja Tahunan. Berbekal sedikit pengalaman yang ada, karena dulu juga pernah dipercaya menjadi Ketua Panitia Mini Seminar Pendidikan untuk program Kantor. Dikarenakan kondisi pandemi yang masih belum bersahabat, maka rapat tahunan kami gelar secara daring. Untuk kedua kalinya rapat daring ini kami lakukan.

Berkaca dari tahun sebelumnya, rapat daring terkesan sedikit membosankan. Saya dan teman-teman mencoba hal lain yang dapat memecahkan kepenatan saat rapat, juga agar rapat kali ini lebih berkesan dan bermakna. Meski masih dengan daring.

Continue reading →

Liburan Kemana Kita?

DUNIA masih bergulat dengan pandemi Covid-19. Pencegahan penyebaran virus ini berdampak pada semua lini kehidupan manusia, seperti: kesehatan, sosial, ekonomi, budaya dan agama. Protokol Kesehatan membuat gerak manusia serba terbatas. Jangankan berfikir untuk liburan ke Luar Negeri, bisa mendapat jatah makan untuk keluarga saja sudah alhamdulillah. Di belahan bumi sana: pengangguran meningkat, PHK dimana-mana. Membuat orang-orang lebih kreatif mencari cara untuk bertahan hidup. Hobi-hobi baru bermunculan, mulai dari sepeda lipat, tanaman hias, aquascape, ikan cupang, berkebun, mengantar makanan dan lain sebagainya.

Kantor mempekerjakan sebagian karyawannya di rumah. Kegiatan belajar Sekolah diganti menjadi belajar daring. Ka’bah yang menjadi kiblat Umat Islam dunia pun tutup guna mencegah penyebaran virus ini. Hal ini sekaligus membuktikan Umat Islam tidak menyembah kubus batu berwarna hitam itu. Tempat wisata tutup, pantai sepi dari pengunjung. Pembatasan transportasi darat, laut dan udara diperketat,  tes kesehatan dan isolasi wajib untuk dilakukan. Event Organizer/EO sepi orderan. Kebijakan PPKM, lockdown dilakukan. Mudik ditiadakan. Semua orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bertahan hidup. Continue reading →

9 Tips to Improve Your Work Performance

Involved in various meeting or coordination with new people bring many benefits. At least we can learn something from them, such as: the idea, suggestion, how they handle something, etc. I feel lucky to met them.

To be a part of construction project is so challenges. Not only energy but also our mind. There are three things that we must maintain: time, quality and budget. How we reach the target and how we deal with the problems is a part of my life in this project. In this best moment, early 2022, I would like to share some tips for all of you how to improve your work performance:

Continue reading →

Cerita Si Adek Umar yang Dikhitan dan Toilet Training Sekaligus

PERKEMBANGAN Umar yang masuk usia tiga puluh bulan menunjukkan grafik yang signifikan. Begitu juga dengan kemampuan verbalnya, melesat naik dengan kosakata baru yang ditirukannya. Hal ini tentu tidak lepas dari peran orangtua dan dukungan lingkungan yang baik.

Hal ini juga yang menjadi pertimbangan saya untuk memutuskan Umar dikhitan. Empat bulan sebelumnya, kami sudah memulai untuk membiasakan lepas -pasang pampers (meski awalnya masih sering kebobolan), juga dengan bantuan Abangnya, Abang Fatih yang suka menceritakan pengalaman khitannya waktu itu. Abang Fatih bilang, “Dek, sunat ya. Abang udah sunat. Sunat itu (sakitnya) kayak digigit semut”. Kami juga sering mengajak Umar bercerita tentang apa itu sunat, kalo laki-laki harus disunat biar sehat dan kuat sambil mengangkat dua otot bisep saya. Dan hal ini kami lakukan berkala, hingga waktunya tiba.Continue reading →

Bapak Telah Pergi

PAGI ITU, awan-awan tipis menutupi sinar matahari. Tidak secerah biasanya, namun tidak pula mendung. Suara sirine ambulans menggema di sepanjang jalan. Tampak satu -dua petugas mengatur lalu lintas. Di dalam mobil ambulans, sepasang mataku hanya menatap keluar jendela. Menatap gedung bangunan, rumah-rumah dan jalanan nampak sepi. Di sepanjang jalan aku tak banyak bicara. Segala rasa bercampur dalam dada. Pikiranku saat ini hanya satu, mengantar jenazah bapak ke peristirahatan terakhirnya.Continue reading →

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: