Koki Listrik

"A man behind the lights". Agus Setiawan

HRDI 2026: Isinya Daging Semua!

Alhamdulillah. Bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan ini, juga ucapan terima kasih kepada Manajemen yang sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk hadir dalam forum ini. Awalnya saya sempat bertanya: “Sebagai Auditor, apa yang saya cari di forum HR Directors?”

Dalam HR Directors Summit 2026 dengan tema “Redefining HR Leadership in a Tech-Driven Age”, saya menyadari bahwa HR hari ini tidak lagi sekadar mengelola administrasi atau kebijakan. HR dituntut untuk menjadi lebih strategis dalam memahami manusia, ‘memanusiakan manusia’ itu sendiri, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi sebagai tools dalam pengembangan karyawan. Seperti yang disampaikan oleh Pak Reza Widyaprastha, pada pembukaan acara “jika strategi HR Anda tidak terhubung dengan hasil bisnis, maka itu bukanlah strategi, melainkan hanya gerakan tanpa makna”. Bicara strategi HR, tentu pakar HR tidak asing lagi dengan Dave Ulrich atau Wayne Brockbank. Bukankah banyak karyawan yang sibuk tapi tidak selaras dengan tujuan Organisasi? dan bagaimana lingkungan kerja serta kultur mempengaruhi cara kita mengaplikasikan strategi ini? Begitu banyak ide, masukan, namun apakah sudah diaplikasikan? Namun John Boudreau lebih menitikberatkan strategi HR sebagai identitas dan alignment dari semua hal tersebut.

Dalam perkembangan teknologi, HR perlu memiliki keseimbangan: memanfaatkan teknologi, membaca data, memahami bisnis, sekaligus tetap kuat dalam empati dan pendekatan manusia. Karena pada akhirnya, teknologi memang bisa mempercepat proses, tapi tidak bisa menggantikan makna dari kepemimpinan itu sendiri.

Sebagai Internal Auditor, hal ini membuka sudut pandang baru bagi saya. Selama ini, banyak temuan terlihat sebagai gap dalam sistem atau proses. Namun di sini saya semakin memahami bahwa di balik setiap temuan, selalu ada “human story”. Dan seringkali, akar masalahnya bukan hanya di sistem, tapi pada bagaimana manusia berinteraksi di dalamnya. Khususnya pada komitmen dan Leadership. Jadi, muncul lagi pertanyaan. Apakah komitmen Pemimpin perusahaan sudah benar-benar kuat untuk mengaplikasikan strateginya? atau ada sistem yang perlu diperbaiki?

Mengelola manusia memang kompleks, dinamis, penuh tantangan. Tapi bukan berarti tidak bisa. Justru di situlah nilai sebenarnya dari kepemimpinan: bagaimana membangun kepercayaan, menciptakan lingkungan yang sehat, dan memastikan setiap individu dapat berkembang sesuai kapasitasnya masing- masing.

Saya percaya bahwa masa depan organisasi tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi juga perlu didukung oleh seberapa dalam para pemimpin memahami manusia di dalamnya, serta bagaimana ‘lingkungan sehat’ hadir untuk mendukung HR dalam mencapai tujuan perusahaan.



Semoga insight ini tidak berhenti di forum, tetapi bisa menjadi cara pandang baru, bahwa audit, HR, dan leadership sebenarnya bertemu di satu titik yang sama, yakni: people.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

error: Content is protected !!