Koki Listrik

"A man behind the lights". Agus Setiawan

  • Bukan Mendung Tapi Kabut Asap

    AKHIRNYA yang saya tunggu datang juga, setelah hampir satu bulan dilanda kekeringan sore ini hujan lebat. Hujan turun kali ini menghapus kabut asap yang beberapa hari terakhir sempat mengganggu aktifitas masyarakat. Para Koki Listrik yang nyata- nyata tinggal di hutan, jauh dari kota juga terkena imbas kabut asap ini. Kabut asap yang terjadi karena lahan…

  • “Siapa suruh kamu jatuh cinta? Tanggung sendiri akibatnya”

  • Hewan- Hewan yang Memperkenalkan Diri Kepada Kami

    DUA malam lalu saya menemukan seekor burung yang tersesat di lantai Coal Feeder Unit 2. Saya tak tahu apa nama burung tersebut, ia memiliki kaki yang ringkih dengan bulu berwarna gelap. Hampir mirip dengan burung yang biasa hidup di area rawa- rawa. Burung tersebut dengan mudah saya tangkap kemudian saya lepaskan kembali ke padang rumput…

  • Tentu Saja

    Sebagai seorang manusia, tentu saja aku pernah patah hati rasanya menyesakkan dada uh, sakit sekali! Sebagai seorang perantau, tentu saja aku pernah merindu rasanya bagai diiris sembilu Sebagai seorang lelaki, tentu saja aku pernah jatuh cinta Seorang Koki Listrik selalu jatuh cinta tapi tidak untuk hubungan main- main yang hanya sementara Suatu hari nanti aku…

  • Catatan Tahun ke- 5 di Pembangkit Listrik

    “Ada orang yang menghabiskan 1/4 abad hidupnya bekerja di Pembangkit Listrik. Ada juga yang baru saja menginjak tahun ke-5. Ya, itu saya.” SEMAKIN kesini saya semakin berfikir bahwa tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini. Meski orang- orang kadang tetap saja menyebutnya kebetulan. Kenapa saya bekerja di dalam hutan? Kenapa saya harus melewati hari-…

  • “Bagiku cinta itu seperti membiarkan listrik terus- menerus mengalir ke rumahmu. Tak peduli, meski kau menyalakan lampu atau tidak”

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

error: Content is protected !!