Apa yang Saya Lakukan di Akhir Pekan?

TIDAK ada lagi libur teratur sejak saya bekerja dengan pola kerja shift. Libur shift yang berbarengan dengan akhir pekan adalah hal yang saya tunggu. Meski libur disaat orang lain bekerja adalah hal menyenangkan, namun saya juga ingin merasakan libur disaat semua orang juga libur.

Akhir pekan bukan berarti bermalas- malasan. Bahkan begitu banyak yang ingin saya kerjakan saat libur akhir pekan tiba. Hal paling sederhana misalnya: mencuci pakaian/motor, menyetrika, menulis, melakukan hobi dan lain sebagainya.

Suatu hari saya pernah memutuskan untuk bermalas- malasan selama tiga hari. Hal ini saya lakukan karena saya penasaran sekali, “apa rasanya bermalas- malasan tersebut?”. Maka sejak bangun pagi hingga tidur lagi saya bermalas- malasan. Kamar dibiarkan berantakan, lantai tak dibersihkan, debu beterbangan, pakaian kotor menumpuk, tugas kuliah tak dikerjakan, piring yang sudah dipakai dibiarkan begitu saja membiarkan semut- semut mengerubungi. Dan itu adalah hari dimana saya merasakan hari paling jorok yang pernah ada. Apakah saya puas? Tentu. Dan saya tidak ingin melakukannya lagi.

Rasa malas memang begitu terasa begitu menyenangkan dalam pikiran kita. Seolah- olah kita akan merasakan kebebasan tiada tara. Padahal rasa malas adalah bom waktu yang ketika kita sekali saja terlena, maka kita akan terkena ledakannya. Kita harus menanggung semua akibat dari kemalasan kita sendiri. Wajarlah jika malas disebut sebagai penyakit yang membahayakan. Sebab akibatnya akan terasa di masa depan.

Nah, apapun jenis kesibukan dan rutinitas kita, teruslah bergerak dan mengerjakan hal produktif. Jauhi rasa malas. Diluar sana ada banyak hal- hal positif yang bisa dikerjakan yang berguna bagi kebaikan kita semua. Selamat berakhir pekan. ;)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: