"A man behind the lights". Agus Setiawan
“Bagiku cinta itu seperti membiarkan listrik terus- menerus mengalir ke rumahmu. Tak peduli, meski kau menyalakan lampu atau tidak”
SETELAH buku “Corat- Coret di Toilet” milik Eka selesai saya baca. Saya ingin membaca karya- karya lain miliknya. Salah satu buku kedua miliknya yang saya baca adalah “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”. “Hanya orang yang enggak bisa ngaceng bisa berkelahi tanpa takut mati,” kata Iwan Angsa sekali waktu perihal Ajo Kawir. Cerita tentang kemaluan…
“Aku adalah listrik. Jika kau takut setrum, tidak apa- apa. Matikan saja saklarnya”
Seorang gadis yang namanya sering disebut dalam doa Dan doa- doa itu melesat terbang ke langit menjelma bintang- bintang menyatu cahaya bulan yang bersinar malam ini
PADA suatu hari saya membaca tulisan M. Aan Mansyur yang ia posting di blog miliknya (entah kenapa, hari ini domain tersebut sudah tak dimiliki olehnya). Ia menulis tentang Eka Kurniawan dan Anggota DPR, sebuah essai yang menarik untuk dibaca. Dari sana saya mulai mencari tahu siapa Eka dan menemukan blognya. Sejak saat itu saya sering…
“The fact is: my english become worse since I often spoke mandarin”