Kau Turbin Penggerak Hatiku

Pengukus raksasa sudah berdiri kokoh

Asap yang keluar dari Chimney terus mengepul

Kupandang kepulan uap dan air pada Cooling Tower

Berpadu menjadi awan di langit malam

 

Satu tahun lalu kau bangunan yang belum jadi

Diam tak bergeming sedikit pun

Kini sejak pipamu dialiri steam

Yang menggerakkan turbin hatiku

Lalu memproduksi bermega-mega watt cinta

Kau terangi duniaku

Memang cintaku padamu tak punya rupa

Namun bisa kau pandang

Lewat cahaya yang berkilau pada lampu

Cintaku bisa kau rasa

Lewat deruan angin yang memutar baling

Cintaku bisa kau dengar

Lewat alunan suara yang memantul ditelingamu

Cintaku tak pernah kosong

Seperti bunker yang selalu diisi tiap detiknya

Bahkan dalam malam cintaku selalu hadir

Terangi kamarmu yang gelap

Sayang, cintaku sederhana

Sesederhana lampu yang berpijar

Yang kau matikan saat terang tiba.

 

Muara Enim, 10 Januari 2012

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: