Koki Listrik

"A man behind the lights". Agus Setiawan

  • Menulis Semudah Itukah?

    SAYA bukanlah tipe orang yang suka menulis seperti di film- film, pergi ke sebuah taman, duduk disana dengan secangkir kopi, secarik kertas dan pena, lalu kemudian mulai menulis. Juga bukan tipe orang yang selalu menulis di depan komputer dan sengaja menyediakan waktu luang seharian untuk menulis. Kadang meski hal itu pernah saya lakukan, hanya mendapatkan…

  • Seragam Kerja Harga Ratusan Juta

    JUDUL diatas adalah makna kiasan, harga sebenarnya boleh jadi murah bahkan bisa diberikan gratis oleh instansi terkait secara cuma- cuma. Namun akan berbeda lagi ceritanya jika orang- orang yang ingin mengenakan seragam itu berkeinginan kuat dan memaksa diri mendapatkannya. “Asal kau tahu, diluar sana banyak orang yang rela menghabiskan uang ratusan juta cuma untuk beli…

  • Rumah Kita Nanti

    Jika kubangun rumah nanti, Sayang Letaknya tak jauh dari rumah orangtuamu mudah dicapai oleh orangtuaku Pun tak sulit ditempuh dari tempatku bekerja Agar jarak tak menjadi alasan Kita berkumpul jika hari libur Jika kubangun rumah nanti, Sayang Ukuran rumahnya tidaklah besar Namun kita punya halaman luas agar bisa menanam pohon tanaman hias, dan bermain kejar-…

  • Mas Kawin Sepucuk Buku

    Usia Bung Hatta itu baru 19 tahun, tapi dia sudah sekolah di Handels Hogeschool (kelak sekolah ini disebut Economische Hogeschool, sekarang menjadi Universitas Erasmus Rotterdam. Masih muda sekali, anak muda dari Sumatera ini sudah sekolah di tempat paling top dunia. Dan jangan lupa, dia datang dari negara jajahan, bayangkan sendiri, bagaimana inlander yang sekolah di…

  • Kemerdekaan

    Terlalu banyak masalah di negeri kita ini, mulai dari harga daging, sampai guru2 yang bisa2nya dan teganya hanya dikasih honor 250-300rb. Mulai dari pengendara motor yang naik ke trotoar, melawan arus, hingga pejabat setingkat gubernur yang asyik sekali merokok di kantor pemda–padahal dia sendiri yang mengeluarkan peraturan dilarang merokok. Sebagian besar masalah itu tentu saja…

  • Kenapa gaji guru rendah di Indonesia–terutama di pelosok-pelosok sana? Karena kita masih berpikiran pendek, lebih suka menghabiskan uang untuk makan, baju, gagdet, dan kesenangan fisik lainnya. Kita tidak mau bayar mahal untuk pendidikan yang justeru besok lusa bisa membuat kita bisa beli makanan, baju dan gagdet itu semua. -Tere Liye

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

error: Content is protected !!