Perempuan Hujan

Bila awan menangis, maka jatuhlah pula airmatanya

Tangannya menengadah pada langit

Seraya berdoa dalam desah nafas yang tersisa

Tetes-tetes air membasahi wajah

Matanya terpejam mengingat sebuah wajah

Wajah rupawan yang menjadi bunga dalam tidurnya

 

Perempuan hujan tak suka payung

Ia membiarkan hujan mencumbui tubuhnya

Basah, tentu saja. Tapi ia suka

Ia menari sendiri disaat hujan merintih

Angin yang kencang adalah hembusan kerinduan

Guntur tak membuatnya gentar

Kelipan halilintar tak membuatnya menghindar

Setegar itukah perempuan hujan?

 

Perempuan hujan akhirnya kelelahan

Tubuhnya kedinginan

Pertunjukkan hujan telah usai

 

-Regards AGUS SETIAWAN.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: