Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

SATU BULAN waktu yang saya butuhkan untuk membaca novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu karya Darwis atau yang biasa dikenal Tere-Liye. Sebuah nama pena yang tak asing lagi sebagian orang. Pada awalnya, saya mengira novel ini tak jauh berbeda dengan novel kehidupan lainnya, yang kadang membuat saya bosan. Ternyata saya salah. Setelah mendapat saran dari teman sesama Blogger dan membaca ulasan buku yang ada. Lalu saya memutuskan untuk membeli novel ini secara online dari Toko Buku Delisa miliknya.

Novel ini keras, sarat makna, tajam dan menusuk. Itulah yang saya rasakan ketika membaca halaman demi halaman novel ini. Sangat jauh berbeda dari beberapa novelnya yang pernah saya baca. Tere-Liye berhasil membuat tokoh utama dalam novel ini (Ray) sangat hidup. Disini juga Tere-Liye bersikap kejam terhadap tokoh-tokoh buatannya, saya akui beberapa adegan dalam novel ini membuat saya menahan nafas untuk segera mengetahui akhir ceritanya. Sederhana, cerita dalam novel ini sederhana. Begitulah seorang Tere-Liye mampu membuat cerita yang sederhana menjadi sangat menarik untuk dibaca.

Novel ini bercerita tentang seorang pemuda yang memiliki masa lalu amat memilukan. Ray dilahirkan tanpa mengetahui latar belakang keluarganya, hidup di panti asuhan, menjadi pengamen jalanan, menjadi pencuri, dengan segala kehidupan jalanan lainnya. Mencintai seorang gadis, menikah, lalu ditinggal mati oleh istrinya. Menjadi duda sekaligus Konglomerat yang memiliki cabang bisnis yang menggurita. Di masa tuanya, ia sering dirawat di Rumah Sakit, segala jenis penyakit bermunculan, bertubi-tubi, sembuh seminggu. Sakit, dua minggu.

Tapi, Ray mendapat sebuah hadiah yang tak terhingga. Ia mendapatkan lima jawaban atas lima pertanyaan besar dalam hidupnya. Dan semua itu Tere-Liye bungkus menjadi sebuah cerita yang sangat mengagumkan. Semua masa lalu yang Ray lalui, orang-orang yang ia temui dan kejadian hidup yang pahit ternyata berkaitan satu sama lain.

Saya acungkan dua jempol untuk karya Tere-Liye yang satu ini. Ada satu kutipan yang sangat saya suka dalam novel ini.

“Tak ada yang pergi dari hati, tak ada yang hilang dari sebuah kenangan”.

Nah, jika kalian hendak membaca. Novel yang satu ini bisa jadi pertimbangan untuk masuk dalam daftar bacaan kalian, atau daftar buku yang hendak dibeli nanti. Selamat membaca.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: