Koki Listrik

"A man behind the lights". Agus Setiawan

  • Kau Turbin Penggerak Hatiku

    Pengukus raksasa sudah berdiri kokoh Asap yang keluar dari Chimney terus mengepul Kupandang kepulan uap dan air pada Cooling Tower Berpadu menjadi awan di langit malam   Satu tahun lalu kau bangunan yang belum jadi Diam tak bergeming sedikit pun Kini sejak pipamu dialiri steam Yang menggerakkan turbin hatiku Lalu memproduksi bermega-mega watt cinta Kau…

  • Bercengkrama Dengan Senja

    Duduk di beranda senja Bercengkrama dengan warna Ada biru tua, jingga, juga merah Diujung sana, kedua mata saling menatap asa

  • Wajah Senja

    Apakah kau yang mengintipku dari ujung sana? Memandangku dengan malu-malu Kau selalu begitu, tak pernah berubah Menyembunyikan senyum malu pada jarak yang ada

  • Perempuan Hujan

    Bila awan menangis, maka jatuhlah pula airmatanya Tangannya menengadah pada langit Seraya berdoa dalam desah nafas yang tersisa Tetes-tetes air membasahi wajah Matanya terpejam mengingat sebuah wajah Wajah rupawan yang menjadi bunga dalam tidurnya   Perempuan hujan tak suka payung Ia membiarkan hujan mencumbui tubuhnya

  • Hujan Semalam

    Aku terperangkap dalam ruang gelap nan kosong Memandang luas pada tetes hujan yang jatuh dari sela-sela daun jendela Kilatan cahaya membelah langit Membentuk garis lurus diantara dimensi waktu yang sempit Gemuruh air menikam hati Membasahi kenangan lama yang mati

  • Ceritakan Padaku

    Ceritakan padaku tentang dunia yang luas Sebuah tempat yang belum terjamah kaki Aku ingin pergi kesana sendiri Ceritakan padaku tentang kisah malam Ketika kegelapan menjadi bagian yang menakutkan Aku ingin berdiri tegak, menatap penuh keberanian

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

error: Content is protected !!