-
Perempuan Hujan
Bila awan menangis, maka jatuhlah pula airmatanya Tangannya menengadah pada langit Seraya berdoa dalam desah nafas yang tersisa Tetes-tetes air membasahi wajah Matanya terpejam mengingat sebuah wajah Wajah rupawan yang menjadi bunga dalam tidurnya Perempuan hujan tak suka payung Ia membiarkan hujan mencumbui tubuhnya
-
Hujan Semalam
Aku terperangkap dalam ruang gelap nan kosong Memandang luas pada tetes hujan yang jatuh dari sela-sela daun jendela Kilatan cahaya membelah langit Membentuk garis lurus diantara dimensi waktu yang sempit Gemuruh air menikam hati Membasahi kenangan lama yang mati
-
Ceritakan Padaku
Ceritakan padaku tentang dunia yang luas Sebuah tempat yang belum terjamah kaki Aku ingin pergi kesana sendiri Ceritakan padaku tentang kisah malam Ketika kegelapan menjadi bagian yang menakutkan Aku ingin berdiri tegak, menatap penuh keberanian
-
Putihnya Salju, Hijaunya Semi
Putih warnamu Jatuh dari langit biru Kau bukanlah bulu bebek yang kukira Atau asap tebal yang kuduga Kau adalah salju.. Ku tak pernah bermimpi untuk melihatmu Ataupun untuk menyentuhmu
-
Lelaki Pejalan Kaki
Menapaki lorong kecil di pagi hari Saat sang surya menerangi bumi Tas sandang dan sepatu hitam yang telah habis sebelah Menuju ke sekolah dengan senyum kecil di wajahnya Seolah dunia tersenyum padanya Saat sang surya meninggi Panas sinarnya menjadi teman setia
-
Cerita Hujan #3
Bukankah awan sudah berjanji pada langit untuk setia mewarnai hari-hari biru? Bukankah angin sudah bicara dalam hembusannya untuk membawa kabar gembira? Namun kini lihatlah, awan pergi tak kembali. Angin menghembusnya jauh-jauh Mendung tak pernah lagi singgah menemani biru langit Sang mentari terus memanggang bumi