"A man behind the lights". Agus Setiawan
PEKAN LALU saya dan para sahabat mengunjungi sebuah tempat dimana kata dan kenangan tersimpan dengan baik, Museum Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang. Museum ini terletak di Kota Palembang, tepat di seberang sungai Musi, sejajar dengan Benteng Kuto Besak. Bukan sekedar menghabiskan waktu untuk jalan-jalan saja tapi saya ingin menjawab rasa ingin tahu saya yang belum terjawab…
“Bekerja di sebuah Pembangkit Listrik bukanlah untuk gengsi-gengsian, pamer dan sebagainya. Bekerja di Pembangkit Listrik adalah kesetiaan, ibadah yang memerlukan tenaga ekstra kuat, hati yang lapang dan mata yang selalu terjaga”. – Sang Koki Listrik SALAH besar bila sebagian orang menganggap bekerja di Pembangkit Listrik adalah pekerjaan yang baik dan tak selalu benar orang yang…
“Jika menulis adalah pekerjaan yang paling sunyi maka membaca adalah tempat yang paling ramai dengan kata”.
“Ketika kau benar-benar mencintai seseorang, maka usia, berat, tinggi, jarak, hanyalah bilangan angka. Mau putih, kuning langsat atau hitam semua hanyalah warna. Sebab cinta selamanya indah.” *Dwilogi novel ‘Sang Koki Listrik’ rilis bulan Agustus tahun ini. Insya Allah. :)
SAYA suka bermain sepakbola sejak pertama kali diajak oleh teman sebaya semasa SD dulu. Kami menghabiskan waktu sore bermain bola di lapangan hijau tepat di depan masjid. Disana ada banyak anak tetangga yang bermain, siapa yang bawa bola dialah yang menjadi kiper, tentu saja bertelanjang kaki, berlari kesana-kemari menggiring bola tanpa beban di kepala. Tertawa,…
“Tak akan pernah kesepian bagi hati yang selalu ingat pada Penciptanya”.
DI televisi mereka membicarakan tentang infrastruktur yang buruk, jalanan yang berlubang, macet dan bunga trotoar yang acap kali mengganggu pemandangan kota. Penggusuran tempat tinggal atau kisah tikus kantor yang berdasi. Di koran, kubaca tentang perihal calon pemimpin yang menceritakan banyak visi dan mimpi bagi para rakyatnya. Di kota kelahiran, jalan-jalan yang berlubang sudah diaspal, baleho-baleho…